jump to navigation

Saya kecewa menjadi Lelaki… September 30, 2010

Posted by hafizuddins in Idealis.
trackback

…Kerna wanita.

Ini *cereka betul. Benar-benar cereka. Kalau tak percaya, tanya dia. Dia ceritakan.

Begini, sebetulnya saya dulu pernah kecewa. Kecewa menjadi lelaki menagih cinta wanita. Saya pun tidak pasti kenapa cinta saya ditolak. Tidak pasti kenapa ditinggalkan sepi tanpa berita. Cerita ini saya ceritakan untuk pedoman semua.

Benar, cinta sememangnya candu yang mengasyikkan. Cinta menjadikan setiap hari, adalah hari-hari indah. Memberi semangat dalam menjalani kehidupan. Mampu merobah hidup sekelip mata. Bila cinta pergi, ia bagai irisan-irisan sembilu dalam yang menyakitkan. Bagai ingin jiwa keluar dari raga lama dalam lingkungan cinta lalu. Imbasan saat-saat bersama terimbas kembali. Bukan mudah ia dibuang begitu sahaja. Pahit dan perit.

Saya kenal siapa saya, bukan orang kerajaan. Bukan juga bekerja besar tetapi nelayan. Nilaian orang sekarang pada pekerjaan. Bukan pada nilaian agama. Maka selamanya saya akan gagal jika kerna kerja kecil di mata masyarakat. Saya yakin dan percaya kerja-kerja kecil ini untuk didikan rendahkan hati pada-Nya dan besarkan jiwa kerna-Nya seperti baginda Rasulullah saw dididik Allah mengembala untuk menjadi manusia agung.

Saya juga tahu wanita bila cantik harganya tinggi. Mungkin disebabkan kecantikan, dinaikkan sahamnya. Manalah mampu seorang kecil mampu untuk membeli cinta yang dijual dengan tinggi harganya. Biarkanlah, saya terus berusaha. Akhirnya saya tetap gagal. Cukuplah, saya tak ingin jadi Qabil yang sanggup membunuh saudaranya Habil kerna wanita cantik.

Benarlah janji Allah dalam surah An-nur ayat 26 dan mafhumnya, “Perempuan-perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat, lelaki yang jahat untuk perempuan-perempuan yang jahat pula. Perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula”. Saya yakin Allah simpan dia yang terbaik untuk saya.

Saya juga terfikir dan bercita-cita ingin jadi seperti  Nabi Muhammad SAW dan Nabi Yusuf. Nabi Muhammad SAW dilamar Siti Khadijah seorang hartawan yang tetap setia dalam perjuangan baginda. Nabi Yusuf pula digilai wanita dan baginda bukan menggilai wanita. Saya bukan bercita-cita menjadi nabi. Tetapi mahu mencontohi matlamat suci kedua-duanya sehingga Allah memberi cinta sejati.

Sebetulnya penat menjadi seorang lelaki kerna cinta wanita. Baik menjadi matari yang sentiasa patuh pada perintah Allah. Tanpa sebarang alas an, tanpa sebarang gangguan, terus menerus menjalankan tugasnya. Tetapi ini suatu takdir, Allah  tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Allah tahu dia terbaik untuk saya. Allah maha mengetahui segalanya. Mari kita cintai Allah kerna Allah meliputi segala-galanya.

*cereka=cerita yang direka.

Penjaga agama

Januari 2010

Sg. Johor

Johor Bharu

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Recent Posts

  • Top Posts

  • Archives

  • Blog Stats

  • Wacana Ibadah dan Ukhuwah

  • %d bloggers like this: